Selasa, 08 Juni 2010

Ilmuwan Ingatkan Bencana Minyak Bawah Laut



(IST)

Peneliti mengatakan mereka menemukan setidaknya dua titik besar di bawah tanah yang mungkin memunculkan minyak pada kedalaman ribuan kaki dan sepanjang beberapa mil.

Tapi kepala eksekutif BP PLC yang selama beberapa minggu ini menyepelekan dampak tumpahan minyak pada lingkungan teluk mengatakan ‘tidak ada bukti’ jumlah besar minyak yang menutupi bawah laut. CEO British Petroleum’s (BP) Tony Hayward meyakini sesuai dengan hukum gravitasi di mana minyak akan tetap berada di permukaan.

Namun, peneliti mengatakan akibat cahaya yang tidak dapat menembus ke dalam air bisa menimbulkan guncangan di rantai makanan. “Setiap ikan dan binatang invertebrata terkena minyak sehingga kemungkinan sekarat. Saya tidak memiliki keraguan soal ini,” kata Prosanta Chakrabarty, ahli biologi ikan di Louisiana State University.

Di permukaan, sebuah kamera 24 jam memperlihatkan muntahan, ledakan dan gambar dari burung yang mati akibat minyak. Minimal 20 juta hingga 43 juta galon minyak telah tumpah di permukaan sejak pengeboran bawah laut Horizon yang meledak April lalu.

Setiap malam penghuni bawah laut memakan ataupun dimakan oleh ikan lain. Beberapa spesies yang paling dekat dengan permukaan, termasuk ikan kakap merah, udang dan ikan menhaden merupakan sumber yang membantu industri perikanan di sekitar teluk tersebut. Beberapa ikan lainnya adalah marlin, cobia dan tuna kuning berada di posisi atas sumber makanan.

Beberapa di antara hewan ini berada pada masa bertelur, namun karena terkena minyak maka dengan cepat mati. Telur yang mampu selamat terpaksa kelaparan, karena plankton di dasar rantai makanan mereka telah mati. Ikan besar lain yang lebih kuat pun tidak kebal dengan racun dari minyak tersebut.

Minggu lalu, sebuah tim dari University of South Florida melaporkan sebuah titik yang muncul di garis pantai Alabama, yang kaya akan ikan dan kehidupan laut lainnya. Penelitian menyebut air di titik tersebut telah tercampur dengan minyak. Ini semakin berbahaya bagi larva ikan dan makhluk yang menyaring makanan.

Tidak ada indukan ikan yang dilaporkan mati, namun pihak resmi federal mengatakan dampak hal ini dapat terjadi beberapa tahun mendatang. “Ini merupakan kejadian besar dan kami mencoba untuk mengerti secara ilmiah mengenai apa yang terjadi,” kata Roger Helm, pejabat resmi di US Fish and Wildlife Service.

Diperkirakan sekitar 910 ribu galon minyak telah tersebar setara dengan 100 tanker truk dan berkontribusi dalam menyebarkan racun. Hasil sulingan serta propylene glycol menyebabkan penyebaran minyak berdampak pada kehidupan laut.

“Penyebaran minyak juga menuju air yang lebih dingin, dan komposisinya tidak akan pecah begitu cepat. Ini bisa jadi awal potensi meracuni ikan,” kata Larry McKinney, direktur Harte Research Institute, Texas A&M University.

sumber : www.inilah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar