Kamis, 10 Juni 2010
1. Ongkos Penerimaan
A. PEMBAGIAN PASAR MENURUT WAKTUNYA
1. PASAR HARIAN
Yaitu tempat pertemuan pejual dan pembeli yang berlangsung setiap hari.
2. PASAR MINGGUAN
Yaitu tempat pertemuan penjual dan pembeli yang berlangsung sekali dalam seminggu.
3. PASAR BULANAN
Yaitu tempat bertemunya penjual dan pembeli sekali dalam sebulan.
4. PASAR TAHUNAN
Tempat bertemunya penjual dan pembeli yang terjadi sekali dalam setahun. Contohnya Jakarta Fair, Surabaya fair, Tokyo Fair dan lain-lain.
B. PEMBAGIAN PASAR MENURUT TEMPATNYA
1. PASAR SETEMPAT
Yaitu pasar yang menyediakan kebutuhan barang konsumen setempat.
2. PASAR DAERAH
Yaitu pasar yang melayani para pedegang menengah untuk daerah sekitar.
3. PASAR NASIONAL
Yaitu pasar yang memperdagangkan barang industry dalam negeri.
4. PASAR NTERNASIONAL
Yaitu pasar yang memperdagangkan barang industry dalam negeri.
C. PEMBAGIAN PASAR MENURUT BENTUKNYA
1. PASAR KONKRET / NYATA
Yaitu pasar yang menyediakan barang sehingga penjual dan pembeli langsung melakukan transaksi. Missal pasar sayur, pasar buah dsb
2. PASAR ABSTRAK
Yaitu pasar yang memerdagangkan barang berdasarkan contoh dan kualitas barang yang telah ditentukan. COntoh bursa efek Jakarta, bursa efek Tokyo dan lain-lain
D. PEMBAGIAN PASAR MENURUT JENISNYA
1. Pasar sempurna
Yaitu pasar tempat penjual dan pembeli saling mengetahui harga
2. Pasar tidak sempurna
Yaitu pasar yang didalamnya penjual dan pembeli kurang ada kebebasan dalam menentukan harga permintaan dan penawaran.
E. PEMBAGIAN PASAR MENURUT BANYAKNYA PENJUAL DAN PEMBELI
1. Pasar monopoli
2. Pasar monopsoni
3. Pasar dalam keadaan persaingan
4. Pasar dalam keadaan persaingan monopolitis.
Ongkos dan Penerimaan dalam Produksi
Diposkan oleh Devie Afriani Pramita di 21:08
Pengertian Ongkos Produksi
Dalam kehidupan sehari-hari kita istilah mengenai ongkos produksi tidak asing lagi ditelinga kita tetapi apakah kalian tahu apa itu ongkos produksi???. Ongkos produksi menurut pendapat saya adalah segala macam biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan proses produksi.
Disamping pengertian umum tersebut, ada 2 macam pengertian ongkos, yaitu :
1) Economic Cost, yaitu ongkos yang dikeluarkan atas penggunaan semua faktor produksi untuk menghasilkan output tertentu;
2) Accounting Cost, yaitu ongkos yang pengertiannya hampir sama dengan economic cost, tetapi ongkos disini dinyatakan secara tegas dalam pembukuan, sehingga ada istilah yatu:
(a) Explicit cost, yaitu ongkos-ongkos yang tercatat atau terlihat jelas dalam pembukuan.
(b) Implicit cost, yaitu ongkos produksi yang tidak terlihat dalam pembukuan.
Macam-Macam Ongkos Dibagi Menjadi 5 Macam Yaitu:
1) Biaya Tetap (Fixed Cost : FC) yaitu, merupakan balas jasa dari pada pemakaian faktor produksi tetap (fixed factor), yaitu biaya yang dikeluarkan tehadap penggunaan faktor produksi yang tetap dimana besar kecilnya biaya ini tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya output yang dihasilkan.
2) Biaya tidak tetap (Variabel cost : VC), yaitu merupakan biaya yang dikeluarkan sebagai balas jasa atas pemakaian variabel faktor, yang besar kecilnya dipengaruhi langsung oleh besar kecilnya output.
3) Biaya Total (Total cost : TC), yaitu merupakan jumlah keseluruhan dari biaya tetap dan biaya tidak tetap.
4) Biaya Rata-rata (Avarage Cost : AC), yaitu merupakan ongkos persatu satuan output; baik untuk biaya rata-rata tetap (avarage fixed cost) dan biaya rata-rata variabel (avarage variable cost) dan rata-rata total (avarage total cost), diperoleh dengan jalan membagi biaya Total dengan jumlah output yang dihasilkan.
5) Biaya Marginal (Marginal cost : MC), yaitu merupakan biaya tambahan yang diakibatkan dari penambahan satu-satuan unit output.
6) Biaya Tetap Rata-Rata (Avarage fixed cost : AFC), biaya hasil bagi biaya tetap dengan jumlah yang dihasilkan.
7) Biaya Variabel Rata-Rata (Avarage Variable cost : AVC), diperoleh dengan jalan membagi biaya variabel dengan jumlah produk yang dihasilkan.
AFC = TFC/Q * Q = tingkat output
Average Fixed Cost (Ongkos Variabel Rata-rata) adalah ongkos variable yang dibebankan untuk setiap unit output.
AVC = TVC / Q
Marginal Cost (Ongkos Marginal) adalah tambahan atau berkurangnya ongkos total karena bertambahnya atau berkurangnya satu unit output.
M = ^TC/^Q = ^TVC/^Q
Kurva Ongkos
Ongkos produksi dibedakan menjadi;
1. Ongkos Produksi Jangka Pendek
Dalam ongkos produksi jangka pendek perusahaan sudah mempunyai peralatan-peralatan untuk produksi seperti mesin,gedung dan tanah.Masalah yang perlu diperhatikan adalah masalah kebijaksanaan bahan baku,tenaga kerja dan lain-lain yang merupakan ongkos variabel.Jadi dalam ongkos produksi jangka pendek ini terdapat ongkos tetap dan ongkos variabel.
Gambar diatas adalah gambar kurva biaya tetap dan variabel
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dari gambar diatas sebagai berikut:
1. AVC minimum bila garis singgung kurva TVC melalui titik origin.
2. ATC minimum bila garis singgung TC melalui titik origin.
3. AVC dan ATC minimum bila keduanya memotong MC.
2. Ongkos Produksi Jangka Panjang
Dalam ongkos produksi jangka panjang,perusahaan dapat menambah semua faktor produksi,Sehingga tidak ada ongkos tetap dalam jangka panjang.Semua pengeluaran merupakan ongkos variabel.
Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4
Dalam analisa ekonomi kapasitas pabrik digambarkan oleh kurve AC.Kapasitas 1 ditunjukkan oleh ACI,kapasitas 2 ditunjukkan oleh ACI2 dan kapasitas 3 oleh ACI3,dengan demikian pengusaha mempunyai 3 alternatif kapasitas produksi beserta ongkosnya.
Kemungkinan Kapasitas Produksi
Dalam analisa ekonomi kapasitas pabrik digambarkan oleh kurve AC.Kapasitas 1 ditunjukkan oleh ACI,kapasitas 2 ditunjukkan oleh ACI2 dan kapasitas 3 oleh ACI3,dengan demikian pengusaha mempunyai 3 alternatif kapasitas produksi beserta ongkosnya.
Dari gambar tersebut menunjukkan bahwa:
1. Produksi 125 unit,kapasitas 1 merupakan kapasitas yang paling efisien,karena ongkos produksinya paling minimum.
2. Produksi antara 125 sampai 140 unit,kapasitas 2 merupakan kapasitas yang paling efisien.
3. Produksi 140 unit,kapasitas 3 merupakan kapasitas yang paling efisien.
Kurva Long Run Average Cost (LRAC) adalah kurva yang menunjukkan ongkos rata-rata yang paling minimum untuk berbagai tingkat produksi,apabila perusahaan selalu menambah kapasitas produksiny.LRAC Curve dibentuk dari kumpulan AC yang banyak sekali,maka bentuknya menyerupai huruf U.
Kurva Long Run Average Cost
Kurva LRAC tidak menyinggung kurve-kurve AC pada titik yang terendah.Dalam gambar tersebut hanya kurva Acx yang disinggung oleh kurva LRAC pada titik yang paling rendah yaitu titik B.Kurva-kurva AC yang ada disebelah kiri dan kanan kurva Acx tidak disinggung pada titik yang paling minimum.Dalam jangka panjang titik terendah AC tidak menggambarkan ongkos produksi yang paling minimum untuk menghasilkan satu tingkat produksi,sebab terdapat AC lain yang dapat lebih meminimumkan ongkos.Kurva AC1 dan AC2,titik A merupakan titik terendah dari ACI,sehingga dalam jangka pendek produksi sebesar qa merupakan produksi dengan ongkos yang paling minimum. Tapi dalam jangka panjang belum merupakan ongkos yang paling minimum,sebab jika kapasitas produksi yang berikutnya digunakan (AC2),produksi qa dapat diproduksi dengan ongkos yang lebih rendah lagi A2 pada AC2
Kurva Ongkos Produksi Jangka Panjang
Jika perusahaan ingin berproduksi 2 unit untuk jangka pendek,pengusaha memilih kapasitas pabrik pada kurva SACI dengan biaya Rp 300,-.Untuk produksi 4 unit,pengusaha akan memilih kapasitas pabrik pada kurva SACI2 dengan ongkos Rp 150,-.Pada produksi 4 unit ini,perusahaan dapat menggunakan kapasitas pada SACI,tapi biayanya lebih tinggi dan seterusnya.Kurva LRAC disebut pula dengan kurva amplop,sebab SAC selalu di dalamnya.
Kurva LRAC menyerupai bentuk huruf U disebabkan oleh sebagai berikut:
1. Economies Of Scale atau Increasing Returns To Scale.
Kurva LRAC bergerak kekanan semakin menurun.Ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan produksi,karena para pengusaha bisa memperbesar fasilitas produksi,sehingga terjadi penghematan ongkos produksi.Hal ini menyebabkan ongkos produksi rata-rata menjadi rendah.Faktor-faktor yang merupakan Economies Scale sebagai berikut:
1. Spesialisasi faktor-faktor produksi.
2. Penurunan harga bahan mentah,karena pembelian yang besar.
3. Hasil dari produk sampingan.
4. Perusahaan besar mendorong pengembangan fasilitas diluar perusahaan yang berguna baginya.
5. Diseconomies Of Scale atau Decreasing Returns To Scale.
Perusahaan yang terus berkembang besar pada suatu tngkat tertentu cenderung tidak efisien,sehingga produktifitasnya menurun.Akibatnya ongkos produksi menaik.Hal ini terlihat pada kurva LRAC sisi kanan menaik.
Pengertian Penerimaan
Didalam memproduksi suatu barang, ada dua hal yang menjadi fokus utama dari seorang pengusaha dalam rangka mendapatkan keuntungan yang maksimum, yaitu ongkos (cost) dan penerimaan (Revenue).
Ongkos sebagaimana telah dijelaskan diatas, maka yang dimaksud dengan penerimaan adalah jumlah uang yang diperoleh dari penjualan sejumlah output atau dengan kata lain merupakan segala pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan hasil dari penjualan hasil produksinya. Hasil total penerimaan dapat diperoleh dengan mengalikan jumlah satuan barang yang dijual dengan harga barang yang bersangkutan atau
TR = Q x P
Jenis-jenis Penerimaan
1. Total penerimaan (Total revenue : TR), yaitu total penerimaan dari hasil penjualan. Pada pasar persaingan sempurna, TR merupakan garis lurus dari titik origin, karena harga yang terjadi dipasar bagi mereka merupakan suatu yang datum (tidak bisa dipengaruhi), maka penerimaan mereka naik sebanding (Proporsional) dengan jumlah barang yang dijual. Pada pasar persaingan tidak sempurna, TR merupakan garis melengkung dari titik origin, karena masing perusahaan dapat menentukan sendiri harga barang yang dijualnya,dimana mula-mula TR naik sangat cepat, (akibat pengaruh monopoli) kemudian pada titik tertentu mulai menurun (akibat pengaruh persaingan dan substansi).
2. Penerimaan rata-rata (Avarage Total revenue: AR), yaitu rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.
3. Penerimaan Marginal (Marginal Revenue : MR), yaitu penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unit output. Dalam pasar persaingan sempurna MR ini adalah konstan dan sama dengan harga (P), dan berimpit dengan kurva AR atau kurva permintaan, bentuk kurvanya horizontal. Dalam pasar persaingan tidak sempurna MR, menurun dari kiri atas kekanan bawah dan nilainya dapat berupa :
1. Positif;
2. Sama dengan nol;
3. Negatif.
Keuntungan Maksimum
Keuntungan maksimum adalah keuntungan penuh dari output yang telah di produksi sebelumnya.
1.Pendekatan Total
Laba Total (p) adalah perbedaan antara penerimaan total (TR) dan biaya total (TC). Laba terbesar terjadi pada selisih posistif terbesar antara TR dengan TC. Pada selisih negative antar TR dengan TC perusahaan mengalami kerugian, sedang jika TR = TC perusahaan berada pada titik impas.
Dalam menentukan keuntungan maksimum ada 2 cara sebagai berikut:
a) Keuntungan maksimum dicari dengan jalan mencari selisih antara keuntungan maksimum dengan ongkos minimum.
b) Keuntungan maksimum terjadi pada saat MR = MC.
Hasil Penjualan Total,seluruh jumlah pendapatan yang diterima perusahaan dari menjual barangjang diproduksikannja dinamakan hasil penjualan total (TR:yaitu dari perkataan Total Revenue).Telah diterangkan bahwa dalam persaingan sempurna harga tidak akan berubah walau bagaimanapun banyaknya jumlah barang yang dijual perusahaan.Ini menyebabkan kurva penjualan total (TR) adalah berbentuk garis lurus yang bermula dari titik O.
Mencari Keuntungan Dengan Pendekatan Total
Kurva TC berada di atas kurva TR menggambarkan bahwa perusahaan mengalami kerugian. Produksi mencapai diantara 2 sampai 9 unit kurva TC berada di bawah kurva TR,perusahaan memperoleh keuntungan.Menentukan Keuntungan Maksimum dengan Kurva Biaya dan Penjualan Total.Garis tegak di antara TC dan TR,garis tegak yang terpanjang produksi adalah 7 unit,menggambarkan keuntungan yang paling maksimum.Produksi mencapai 10 unit atau lebih kurva TC telah beada di atas kurva TR kembali, perusahaan mengalami kerugian kembali.Perpotongan di antara kurva TC dan kurva TR dinamakan titik impas (break-even point) yang menggambarkan biaya total yang dikeluarkan perusahaan adalah sama dengan hasil penjualan total yang diterimanya.Perpotongan tersebut berlaku di dua titik,yaitu titik A dan titik B.
2. Pendekatan Marginal
Perusahaan memaksimumkan keuntungan pada saat penerimaan marginal (MR) sama dengan biaya marginal (MC).Biaya Marginal (MC) adalah perubahan biaya total perunit perubahan output. Secara matematis dirumuskan:
Penerimaan Marginal (MR) adalah perubahan penerimaan total per unit output atau penjualan.Hasil Penjualan Marjinal,satu konsep (istilah) mengenai hasil penjualan yang sangat penting untuk diketahui dalam analisis penentuan harga dan produksi oleh suatu perusahaan adalah pengertian hasil penjualan marjinal (MR yang merupakan singkatan dari perkataan Marjinal’Revenue), yaitu tambahan hasil penjualanjangdiperoleh perusahaan dari menjual satu unit lagi barangyang diproduksikannya.Dalam pasar persaingan sempurna berlaku keadaan berikut harga hasil penjualan rata-rata hasil penjualan marjinal.Kurva d() = AR0 = MRn menggambarkan kesamaan tersebut pada harga Rp 3000, dan kurva d0 = AR0 = MR0 menggambarkan kesamaan tersebut pada harga Rp 6000.
Mencari Keuntungan Maksimum Dengan Pendekatan Marginal
Pendekatan Biaya Marjinal dan Hasil Penjualan Marjinal.Dalam jangka pendek terdapat empat kemungkinan dalam corak keuntungan atau kerugian perusahaan (atau keadaan keseimbangan perusahaan),yaitu; :
- Mendapat untung luar biasa (untung melebihi normal)
- Mendapat untung normal
- Mengalami kerugaian tetapi masih dapat membayar biaya berubah
- Dalam keadaan menutup atau membubarkan perusahaan.
3.Pendekatan Rata-rata
Hasil Penjualan Rata-rata,untuk suatu perusahaan dalam pasar persaingan sempurna hasil penjualan rata-rata (AR) adalah harga barang yang diproduksi perusahaan adalah Rp 3000 maka d0=AR0= MRQ adalah kurva permintaan yang dihadapi perusahaan. Dengan demikian kurva ini adalah kurva hasil penjualan rata-rata pada harga barang sebanyak Rp 3000 (dan dinyatakan sebagai AR^. Kalau harga barang yang dijual perusahaan adalah Rp 6000, kurva d} = AR} = MRj adalah kurva permintaan dan juga kurva hasil penjualan rata-rata pada harga Rp 6000.
Dalam mencari keuntungan maksimum dengan pendekatan rata-rata,yaitu menggabungkan antara pasar persaingan sempurna dengan persaingan pasar tidak sempurna:
Sumber:
http://bona9dari.wordpress.com/2010/04/03/teori-organisasi-umum-2-bab-2-akademis/
http://butuhrestu.blogspot.com/2010/04/rangkuman-pokok-bahasan-teori.html
http://agel007.wordpress.com/2010/04/03/teori-organisasi-umum-2-sap-bab-2-akademis/
Selasa, 08 Juni 2010
Game FIFA Bisa Gratis Dimainkan di Facebook
(IST)
Permainan sosial meningkat beberapa tahun terakhir dengan lebih dari 250 juta pemain global memainkannya setiap bulan.
Tidak seperti game FIFA yang berbasis konsol di mana pemain dapat memilih sebagai manajer, pemain ataupun keduanya. Sementara di permainan lewat Facebook, pemain hanya bisa menjadi manajer dari tim virtual yang dibuat berdasarkan pemain asli di dunia nyata.
Mereka juga dapat memilih untuk berpartisipasi dalam pertandingan liga di luar jaringan "teman" mereka. “Versi Facebook ini merupakan permainan strategi,” kata kepala eksekutif Playfish. Kristian Segerstrale.
“Ini memperluas waralaba FIFA dengan memungkinkan Anda bermain dengan teman Anda.”
Pengembang game di media sosial Playfish telah membeli pembuat game Electronic Arts (EA) seharga US$300 juta (Rp 2,7 triliun) pada tahun 2009.sumber : www.inilah.com
iPad, Selancar Internet Paling Nyaman
(IST)
Setelah mengandalkan ponsel untuk mengakses internet, layar berukuran 9,7 inci yang diusung iPad begitu menggembirakan.
Layar sebesar itu menyisakan banyak ruang untuk menampilkan halaman dengan ukuran yang mudah dibaca. Perangkat ini sangat langsing dengan bobot sama seperti buku yang berlapis tebal.
Sama seperti iPhone dan iPod sentuh, bagian depan berupa layar dan satu tombol. Keindahan desain yang sederhana ini ialah perangkat tersebut tampaknya akan ‘menghilang’ saat Anda mulai menggunakannya.
Meskipun Anda menggunakan iPad untuk browsing situs, membaca buku atau bermain game dan membuka email, iPad seolah memudar dan jadi sesuatu sesuai dengan fungsinya saat digunakan.
Misalnya, jika Anda membaca buku maka akan benar-benar merasa seperti membaca buku biasa.
Selain itu di iPad tidak ada hal-hal yang menjengkelkan seperti di komputer.
Daya tahan baterai juga begitu fantastis. Pihak Apple mengklaim iPad mampu bertahan selama 10 jam.
Tentu saja tidak ada produk yang sempurna. Noda sidik jari bisa menumpuk begitu cepat di layar sentuh, dan dapat mengganggu jika sedang mengunjungi situs yang menggunakan banyak Flash.
Pengguna pun bisa kecewa karena iPad tidak akan menampilkan konten ini.
iPad juga bisa menjalankan aplikai iPhone. Namun kelebihannya, beberapa aplikasi tampak lebih baik karena ukurannya dua kali lebih besar dari ukuran biasa.
iPad bisa disebut mesin browser terbaik. Dibandingkan smartphone ataupun laptop browsing di iPad adalah yang paling nyaman.sumber : www.inilah.com
Kesan Pertama iPhone 4 Terbaru
(telegraph.co.uk)
Baja stainless di iPhone 4 baru yang dipadukan dengan desain gelas memenuhi standar industri, namun tanpa mengorbankan kenyamanan atau kegunaannya.
Layar iPhone 4 juga sensasional empat kali resolusi layar pada 3GS iPhone. Ketajaman dan kejelasan layar ini biasanya hanya akan temukan di telepon dengan layar OLED. Sedangkan prosesor A4 Apple memastikan semuanya berjalan sangat cepat.
Kedatangan fungsi multitasking yang telah lama ditunggu-tunggu tidak mengecewakan. Tekan tombol cepat Home di iPhone akan menampilkan dok yang memungkinkan untuk memilih berbagai aplikasi yang ingin dibuka.
iPhone memiliki ukuran diagonal sekitar 3,5 inci, namun Jobs menekankan bahwa perangkat itu dapat menampikan 4 kali lebih banyak dari piksel dibandingan layar sebelumnya . Hal itu membuat tampilan gambar semakin tajam.
iPhone baru itu juga memiliki kamera di depan yang dapat digunakan untuk video conference, sebagai tambahan terdapat pula kamera 5 MP dan flash di bagian belakang. Saat ini, fungsi video conference FaceTime hanya dapat bekerja jika kedua pengguna yang berhubungan menggunakan iPhone 4 dan terkoneksi dengan WiFi daripada jaringan ponsel. jobs mengindikasikan bahwa FaceTime akan bekerja pada seluruh jaringan seluler, di mana Apple mengatakan mereka membutuhkan ‘sedikit waktu’ dengan penyedia jasa agar siap.
Baterai iPhone baru itu memungkinkan waktu bicara sepanjang 7 jam, perkembangan dari model lama yang hanya 5 jam. Perangkat ini dapat pula digunakan untuk browsing internet selama 6 jam dengan jaringan seluler, serta 10 jam dengan jaringan WiFi.
Seperti dikutip di Yahoo News, iPhone baru ini akan gunakan perangkat lunak mobile versi terbaru Apple yang disebut iOS4, yang diluncurkan Apple pada April lalu.
Software itu menawarkan beberapa fitur seperti kemampuan untuk mengoperasikan lebih dari satu program di waktu yang sama. iPhone lama dan iPod sentuh juga dapat menggunakan software ini dengan mengunduh gratis pada 21 Juni mendatang, meskipun tidak semua fitur yang ditawarkan dapat digunakan pada produk-produk tersebut.
Aplikasi baru bagi perangkat ini termasuk sudah memasukkan permainan populer Farmville dan Netflix yang memungkinakan pengguna menonton video langsung.
Apple juga coba untuk mengetatkan hubungan antara iPhone dan tablet iPad yang rilis 3 April lalu. Produk iPhone terbaru tersebut juga termasuk aplikasi eBook e-reading yang berarti orang dapat membeli e-book dari Apple ataupun perangkat lain dan bisa membaca di kedua perangkat tersebut.
“Saya rasa Apple mengetahui bagaimana mengajarkan orang akan suatu hal yang mereka belum tahu bahwa mereka menginginkan ini,” kata Michael Gartenberg, mitra dari perusahan analisis Altimeter Group.sumber : www.inilah.com
Apple Desain iPhone Bertenaga Surya
(IST)
iPhone bukan perangkat pertama menggunakan tenaga surya. Pada Mei lalu, Dexim menyuguhkan DCA 19 P-Flip, dengan baterai bertenaga matahari dan dock bagi iPhone 3G dan 3GS.
Paten baru yang diajukan Apple adalah sensor sentuh yang terintegrasi dengan panel surya pada pemutar media.
Sementara beberapa iPhone tidak menghadirkan sel surya, paten itu menunjukkan sedang berusaha untuk menaruh lebih banyak perangkat dengan tenaga surya, termasuk pada iPhone.
Apple tampak akan melapisi perangkat itu dengan lembaran film tipis i sel matahari, bahkan termasuk di layar.
Berdasarkan keterangan Gizmodo, Motorola dianggap sebagai pencetus tenaga surya pada LCD. Model itu membuat perangkat menjadi lebih efisien, karena dapat dengan cara apapun untuk mendapatkan cahaya matahari.
Jika Apple mampu melapisi iPod atau perangkat lain dengan panel surya, maka secara pasti dapat melakukan efisiensi besar.sumber : www.inilah.com
TV 3D seperti Ayam dan Telur
(IST)
Televisi 3D menawarkan kualitas gambar mengagumkan, akses terhadap konten melalui internet multiaplikasi termasuk Skype. Tetapi konsumen akan fokus pada 3D.
Untuk bisa mendapatkan televisi 3D, dibutuhkan TV baru yang harganya di atas Rp20 juta untuk 40 inci dan di atas Rp40 juta untuk 55 inci. Selain itu juga perlu pemutar blu-ray seharga Rp5,4 juta karena masih terbatasnya siaran TV 3D. Untuk menampilkan 3D juga perlu kacamata seharga Rp1,16 juta per buah dan kabel HDMI terbaru versi 1.3 atau 1.4.
Harga merupakan salah satu faktor yang menjadi pertimbangan konsumen untuk mengadopsi TV 3D. Namun faktor terbesar yang akan menunda penyebaran TV 3D ke rumah-rumah adalah kurangnya konten 3D saat ini.
Hari ini, sulit sekali mendapatkan film 3D yang tersedia di toko piringan blu-ray. Sementara baru penyiaran di Inggris dan Amerika Serikat yang mulai menghadirkan konten 3D.
Mengenai event besar Piala Dunia, memang mulai menggunakan kamera Sony 3D HDTV untuk mengambil gambar 25 pertandingan di ajang terbesar sepakbola di Afrika Selatan Juni ini. Tapi hanya versi 2D yang akan disiarkan ke sejumlah besar negara.
Simon Bush, Chief Executive Australian Visual Software Distributors Association mengatakan bahwa disc pertama 3D blu-ray akan mengguncang pasar di 2010 ini. Tetapi dia belum tahu kepastian waktunya. Dia mengatakan kesiapan distributor untuk mendukung 3D bergantung kepada permintaan konsumen terhadap TV 3D.
“Hal itu merupakan situasi ayam dan telur, jika perangkat TV dijual dengan baik akan mendorong konten 3D ke pasar lebih cepat,” ujarnya. Ia mengharapkan disc 3D dijual seperti film reguler.
Hollywood telah melempar produk berbasis teknologi baru itu. Tahun ini lebih dari 30 film diambil secara 3D. Studio film menilai peralihan 2D ke 3D itu sama halnya dari hitam-putih ke berwarna.
Sementara film animasi seperti Monsters vs Aliens secara khusus telah memimpin format 3D. Namun aksi dan siaran langsung olahraga adalah genre berikutnya yang memperoleh sentuhan 3D.
Sedangkan games video akan menjadi pendorong utama 3D. Tetapi sejauh ini game konsol 3D yang didesain dari dasar adalah Avatar, dan menjadi pengalaman visual yang baik sebagai tes dan menjadi sampel ke depan. Sementara banyaknya game 3D yang sedang dibuat, menjadi jalan untuk lebih mudah membuat film 3D.
Pemilik PlayStation3 boleh bangga karena tidak membutuhkan pemutar blu-ray baru seiring janji Sony untuk menambahkan dukungan 3D melalui pembaruan perangkat lunak. Tetapi perusahaan itu tampaknya akan menunda hingga paling awal pada bulan Juli. Game 3D juga akan menjadi pasar yang luas. Sony mengatakan game 3D pertama akan mulai muncul pada pertengahan tahun 2010.
Merealisasikan kekurangan konten akan menjadi isu besar, di mana produsen TV telah mengembangkan teknologi yang mampu mengubah berbagai konten 2D menjadi 3D melalui algoritma khusus. Tapi kedalaman hasil gambar belum setara dengan kepuasan konten yang diciptakan dari kamera 3D.sumber : www.inilah.com
Nasib iPad Seperti Restoran Baru Buka
(IST)
Perusahaan penelitian AS, Gartner memperkirakan mini notebook pada 2014 akan turun menjadi sekitar 13,9% dari 18,6% pada 2010. “Saya takut bahwa pengguna netbook akan menghilang,” kata Joseph Hsu, kepala dari Micro-Star Internasional (MSI), kemarin.
Di lain pihak di Indonesia menurut Wakil Ketua Umum Apkomindo (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia) Sutiono Gunadi yang dihubungi terpisah mengungkapkan, iPad maupun komputer tablet diyakini tidak akan mengganggu penjualan netbook di Indonesia.
“Meskipun hampir mirip, tapi ada beberapa fungsi berbeda yang tidak dapat dipenuhi komputer tablet. Selain itu, layar komputer tablet juga lebih kecil dibandingkan netbook, masih banyak orang yang tidak nyaman untuk membaca di layar kecil,” ujar Sutiono di Jakarta.
Sutiono juga menilai segmen netbook lebih luas dibandingkan komputer tablet. “Anak sekolahan maupun pengguna komputer pemula tentu saja lebih memilih netbook dibandingkan komputer tablet. Mereka merasa fungsi dari netbook lebih beragam.”
Tidak hanya itu, Sutiono menyatakan harga netbook tetap lebih murah dibandingkan komputer tablet. “Beberapa produsen yang memproduksi komputer tablet kebanyakan juga memproduksi netbook, jadi tentu saja akan memberikan harga yang tidak akan saling merugikan. Netbook saya rasa akan tetap lebih murah. Selain itu, saat ini netbook jauh lebih populer dibandingkan komputer tablet.”
Berdasarkan data terakhir di 2009, penjualan netbook di Indonesia sebanyak 800 ribu unit, mengalami kenaikan 58% dari 2008. Sutiono mengatakan peningkatan ini disebabkan harga netbook yang semakin bersaing, serta tingginya minat masyarakat akan komputer mobile.
Sutiono memperkirakan penjualan komputer tablet di Indonesia maksimal sebesar 15% dari komputer portabel. “Kalau banyak produsen yang memproduksi komputer tablet, tahun ini kemungkinan juga bisa masuk ke Indonesia,” perkiraan Sutiono.
Country Manager Transactional Business Lenovo Irene Sentosa mengatakan hal serupa bahwa keberadaan iPad tidak akan mengganggu penjualan netbook di Indonesia. “Saya rasa tidak akan mengganggu penjualan netbook ataupun laptop. Ini dua perangkat berbeda segmen. Ada beberapa hal yang tidak dimiliki komputer tablet, tapi dimiliki netbook. Harga pun menjadi pertimbangan,” paparnya.
Menurut Irene, Indonesia masih memiliki pangsa pasar yang besar untuk produk netbook. “Di Indonesia sendiri sudah ada sekitar 200 ribu lebih pengguna,” katanya.
Irene melihat bahwa setiap perangkat memiliki fungsi masing-masing. Keuntungan iPad masih belum bisa melampaui keberadaan netbook. “Kita harus melihat dulu apakah saat ini masyarakat Indonesia membutuhkan iPad. Apakah fitur-fitur tablet telah dapat memenuhi segala kebutuhan masyarakat dari sebuah gadget. Saya rasa netbook masih memiliki keunggulan tersendiri.”
Irene melihat bahwa masyarakat Indonesia masih belum menganggap komputer tablet ini sesuai kebutuhan mreka. Namun tidak menutup kemungkinan akan meledak di pasaran untuk beberapa saat. “Ini bisa saja seperti restoran baru, tiga empat bulan laku keras. Namun untuk selanjutnya masih perlu dipikirkan lebih lanjut.”
Selain itu, komputer tablet tidak hanya didukung fitur-fitur yang tersedia di perangkat tersebut. Namun, juga harus dilihat seberapa siap pihak ketiga dalam mendukung aplikasinya.
“Kita lihat apakah memang operator penyedia layanan data sudah bisa optimal untuk fitur browser, apakah sudah tersedia store penyedia aplikasi dan apakah harganya sudah cukup terjangkau dan sesuai dengan layanan yang disediakan. Pertanyaan ini yang harus diselesaikan terlebih dahulu.”
Hal senada juga dinyatakan Rini F Hasbi, Senior Manager Head of Marketing Communication Sony Indonesia. Menurutnya, iPad sebagai komputer tablet maupun laptop dan netbook memiliki penampakan hampir mirip. Tapi tetap saja dua perangkat ini merupakan jenis yang berbeda.
“Masing-masing punya pasar yang berbeda. Komputer tablet unggul dengan touch screen sedangkan netbook maupun laptop miliki keyboard yang dapat dipakai untuk writing sekaligus browsing. Jadi tentu keberadaan masing-masing tidak akan mengganggu satu sama lain karena miliki fungsi tersendiri,” katanya.
Menurut Rini, iPad memiliki fungsi one way di mana perangkat tersebut tidak dapat digunakan di beberapa hal seperti netbook ataupun laptop. “Dalam sebuah perangkat, kita tidak hanya membutuhkan fungsi browsing ataupun entertainment. Di Indonesia, kebanyakan orang membutuhkan perangkat mobile untuk mengerjakan berbagai hal,” katanya.sumber : www.inilah.com