Selasa, 02 Maret 2010

PKM

PKM merupakan program tahunan yang diselenggarakan setiap setahun sekali yang bertujuan untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan yang kreatif, inovatif dan produktif, mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk melakukan komunikasi secara ilmiah, merangsang mahasiswa untuk dapat mengemukakan ide dan gagasannya.
Terdapat 4 jenis PKM yaitu : PKM Penelitian, PKM Kewirausahaan, PKM Teknologi, dan PKM Pengabdian Pada Masyarakat. Proposal PKM yang sudah diajukan ke kampus akan dikirim DIKTI untuk dikoreksi oleh DIRJEN DIKTI.
Program Kreativitas Mahasiswa Penulisan Ilmiah, disingkat PKMI, merupakan salah satu dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dikoordinasikan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Berbeda dengan keempat jenis PKM yang lain [PKM Penelitian (PKMP), PKM Penerapan Teknologi (PKMT), PKM Kewirausahaan (PKMK), dan PKM Pengabdian Masyarakat (PKMM)] yang merupakan program pelaksanaan kegiatan fisik, dalam PKMI tidak ada kegiatan fisik berupa penelitian, penerapan teknologi, kewirausahaan maupun pengabdian kepada masyarakat. Dalam keempat jenis PKM yang lain, kelompok mahasiswa mengajukan usulan kegiatan yang akan didanai oleh DP2M, sebaliknya dalam PKMI kelompok mahasiswa mengusulkan suatu karya tulis dalam bentuk artikel ilmiah. Karya tersebut ditulis berdasarkan pada kegiatan yang telah selesai dilakukan oleh kelompok mahasiswa pengusul tersebut, untuk memenangkan hadiah atau insentif apabila dinilai baik oleh tim penilai.
Ide / Gagasan saya tentang PKMI, yaitu :
Mahasiswa diharapkan dapat bergerak sendiri dalam upaya melakukan perubahan diri serta menyadari bahwa system belajar di Perguruan Tinggi menuntut setiap mahasiswa agar dapat berkreasi dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki ke dalam wadah yang dapat menghasilkan sesuatu yang berguna. Misalnya saja dengan cara membentuk kelompok-kelompok diskusi, mahasiswa juga membentuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menangani berbagai isu-isu social. Setiap mahasiswa tidak memiliki batasan dalam mengembangkan kreatifitas yang mereka miliki selama hal tersebut memiliki dampak positif bagi diri mereka sendiri dan bagi masyarakat sekitar.

Selasa, 23 Februari 2010

Pengertian dari sistem ekonomi adalah kumpulan dari aturan-aturan atau kebijakan-kebijakan yang saling berkaitan dalam upaya memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran.

Sistem ekonomi dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :
1. Sistem Ekonomi Tradisioanal
2. Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
3. Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)
4. Sistem Ekonomi Campuran

Dalam tulisan ini, yang saya ingin bahas ialah Sistem Ekonomi Tradisional.
Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi ini merupakan sistem ekonomi yang dijalankan secara bersama untuk kepentingan bersama (demokratis), sesuai dengan tata cara yang biasa ditempuh oleh nenek moyang sebelumnya.
Dalam sistem ini segala barang dan jasa yang diperlukan, dipenuhi sendiri oleh masyarakat itu sendiri. Tentunya Anda akan bertanya apa tugas pemerintah dalam sistem ekonomi tradisional ini?
Dalam sistem ekonomi tradisional, tugas pemerintah hanya terbatas memberikan perlindungan dalam bentuk pertahanan, dan menjaga ketertiban umum. Dengan kata lain kegiatan ekonomi yaitu masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi semuanya diatur oleh masyarakat.
Pada umumnya, sistem perekonomian ini berlaku pada negara-negara yang belum maju, dan mulai ditinggalkan.

Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional :
a) Produksi dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan berlangsung secara sederhana.
b) Modal pengelolaan terbatas.
c) Pertukaran dilakukan secara barter.
d) Belum mengenal sistem pembagian kerja.
e) Perekonomian terikat pada tradisi yang ada.
f) Sumber daya terletak pada factor alam, terutama tanah.
g) Masyarakat sulit menerima perubahan

Kelebihan sistem ekonomi tradisional :
a) Hubungan dalam masyarakat sangat menjunjung rasa kekeluargaan.
b) Pekerjaan dilakukan secara gotong royong.
c) Tidak ada monopoli.
d) Setiap individu termotivasi untuk menjadi produsen.


Kelemahan sistem ekonomi tradisional :
a) Produktivitas rendah.
b) Hidup masyarakat sering berpindah-pindah.
c) Tidak memiliki alat satuan hitung dalam pertukaran.
d) Sulit mencari orang yang membutuhkan barang yang akan ditukarkan.
e) Maslah kepuasan sering diabaikan.

Cara memecahkan masalah ekonomi melalui sistem ekonomi tradisional.
Dalam mengatasi masalah pokok dalam ekonomi masih bersifat tradisional, sesuai dengan tingakat rekan yang sangat terikat adapt, tradisi warisan leluhurnya yang dianggap tabu bila dilanggarnya.

Dari penjelasan diatas, terlihat bahwa pemerintah tidak campur tangan dalam sistem ekonomi ini. Tugas pemerintah hanya terbatas memberikan perlindungan dalam bentuk pertahanan dan menjaga ketertiban umum. Dengan kata lain, kegiatan ekonomi yaitu masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi, semuanya diatur oleh masyarakat.

Pada umumnya, sistem perekonomian ini berlaku pada Negara-negara yang belum maju, dan sudah mulai ditinggalkan. Misalnya, Etiopia. Tapi pada umumnya, sistem ekonomi ini sangatlah primitif dan hampir tidak ada lagi di dunia.

Tapi bagaimana dengan Indonesia? Apakah sistem ekonomi tradisional masih ada di Negara kita ini?
Indonesia sebagai Negara yang memiliki banyak pulau, memungkinkan masih adanya masyarakat yang menggunakan sistem ini. Di beberapa daerah pelosok misalnya, seperti suku badui dalam, sistem ini masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari.


Sistem Ekonomi Syariah
Ekonomi syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang dilhami oleh nilai-nilai Islam. Ekonomi syariah atau sistim ekonomi koperasi berbeda dari kapitalisme, sosialisme, maupun negara kesejahteraan (Welfare State). Berbeda dari kapitalisme karena Islam menentang eksploitasi oleh pemilik modal terhadap buruh yang miskin, dan melarang penumpukan kekayaan. Selain itu, ekonomi dalam kaca mata Islam merupakan tuntutan kehidupan sekaligus anjuran yang memiliki dimensi ibadah.Sistem ekonomi syariah sangat berbeda dengan ekonomi kapitalis, sosialis maupun komunis. Ekonomi syariah bukan pula berada ditengah-tengah ketiga sistem ekonomi itu. Sangat bertolak belakang dengan kapitalis yang lebih bersifat individual, sosialis yang memberikan hampir semua tanggungjawab kepada warganya serta komunis yang ekstrim, ekonomi Islam menetapkan bentuk perdagangan serta perkhidmatan yang boleh dan tidak boleh di transaksikan. Ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, memberikan rasa adil, kebersamaan dan kekeluargaan serta mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha.Tidak banyak yang dikemukakan dalam Al Qur’an, dan hanya prinsip-prinsip yang mendasar saja. Karena alasan-alasan yang sangat tepat, Al Qur’an dan Sunnah banyak sekali membahas tentang bagaimana seharusnya kaum Muslim berprilaku sebagai produsen, konsumen dan pemilik modal, tetapi hanya sedikit tentang sistem ekonomi[5]. Sebagaimana diungkapkan dalam pembahasan diatas, ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. Selain itu, ekonomi syariah menekankan empat sifat, antara lain:

1. Kesatuan (unity)
2. Keseimbangan (equilibrium)
3. Kebebasan (free will)
4. Tanggungjawab (responsibility)

Manusia sebagai wakil (khalifah) Tuhan di dunia tidak mungkin bersifat individualistik, karena semua (kekayaan) yang ada di bumi adalah milik Allah semata, dan manusia adalah kepercayaannya di bumi. Didalam menjalankan kegiatan ekonominya, Islam sangat mengharamkan kegiatan riba, yang dari segi bahasa berarti “kelebihan”. Dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 275 disebutkan bahwa Orang-orang yang makan (mengambil) riba.tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…
Islam juga menempatkan kegiatan ekonomi sebagai sesuatu yang dimungkinkan berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat. Sebagai contoh model-model transaksi elektronik yang belum dikenal pada masa-masa awal berdirinya Islam diperbolehkan untuk digunakan.

Pembatasan dilakukan hanya pada apakah ada pihak yang dirugikan dalam transaski tersebut atau apakah transaksi tersebut dilakukan untuk barang yang haram diperdagangkan. Islam hanya mengatur syarat serta norma dan menyerahkan mekanisme, pendekatan bentuk dan model kepada masyarakat pada zamannya masing-masing.

Dengan demikian secara garis besar pengertian Ekonomi Syariah adalah semua kegiatan ekonomi baik yang telah dikenal dan dijalankan saat ini atau yang akan ditemukan kemudian yang tidak menimbulkan mudharat (kerugian) pada orang lain termasuk didalamnya tidak melibatkan barang, hal atau jasa yang diharamkan oleh Islam. Lebih ringkas, Ekonomi Syariah adalah kegiatan ekonomi yang berlandaskan aturan dan etika Syariah Islam.

Karena itu Ekonomi Syariah lebih luas dari sekedar perbankan dan asuransi syariah. Hotel, media cetak dan elektronik, retail, jasa, pasar modal, toko, warung dan banyak lagi contoh lainnya yang selama dikelola berlandaskan aturan dan etika syariah, maka keseluruhannya termasuk kedalam Ekonomi Syariah.

Riba dan Bagi Hasil
Perbedaan paling menyolok yang dipahami oleh masyarakat antara Ekonomi Syariah dan Ekonomi Konvensional terletak pada Riba atau Bunga Bank (interest). Hal tersebut terjadi karena Ekonomi Syariah dilandaskan atas konsep bagi hasil / bagi rugi dan secara tegas menolak riba (bunga/interest) yang justru menjadi bagian tak terpisahkan dari Ekonomi Konvensional.
Seperti halnya minuman keras, babi dan narkotika, riba juga memiliki sisi kebaikan. Hanya saja keburukan yang ditimbulkan jauh lebih besar dari manfaatnya. Pengharaman sesuatu oleh Islam pada dasarnya mengikuti prinsip tersebut.

Penolakan Islam terhadap riba dikarenakan praktek riba tidak mencerminkan keadilan, mencegah pemerataan kemakmuran serta merupakan bentuk eksploitasi sebagian manusia atas sebagian yang lain. Hal tersebut antara lain disebabkan oleh : Pertama, penentuan bunga/riba dilakukan pada waktu akad berdasarkan asumsi usaha tersebut pasti menghasilkan keuntungan. Konsep bunga / riba telah memastikan pemilik modal memperoleh keuntungan dan tidak mengakomodasikan kemungkinan perubahan dari asumsi yang digunakan. Kedua, bunga/riba ditentukan besarnya berdasarkan presentasi dari modal yang dipinjamkan.

Konsep bunga/riba menafikkan kemungkinan keuntungan yang diperoleh dapat lebih kecil dari besarnya beban atas modal (bunga) sehingga menempatkan satu pihak pada kerugian. Ketiga, jumlah bunga/riba yang dibayarkan adalah tetap tanpa mempertimbangkan apakah usaha yang dijalankan mendatangkan keuntungan atau mengalami kerugian. Konsep bunga / riba menempatkan satu pihak sebagai pihak yang pasti tetap memperoleh keuntungan meskipun pihak lain mengalami kerugian. Hal ini adalah bentuk terselubung dari eksploitasi manusia. Keempat, bunga/riba merupakan usaha yang nyaris membebankan seluruh resiko kepada salah satu pihak (debitur).

Posisi kreditur yang lebih kuat dipergunakan untuk menekan debitur yang lebih lemah tanpa menghiraukan besarnya kontribusi riil kedua belah pihak terhadap proses pengembangan modal. Kelima, konsep bunga/riba dapat menyebabkan keterpurukan salah satu pihak pada jerat hutang. Pada skala yang lebih luas, bunga/riba dapat menjadi instrumen penjajahan ekonomi satu negara terhadap negara lain. Hal ini juga menyebabkan mengalirnya kekayaan negara-negara penghutang kepada segelintir negara pemberi hutang yang kahirnya menimbulkan kesenjangan kemakmuran.

Berseberangan dengan konsep diatas, Ekonomi Syariah memperkenalkan konsep bagi hasil yang lebih mencerminkan keadilan. Hal tersebut antara lain karena : Pertama, hal yang dipersetujukan adalah pembagian keuntungan dan kerugian sesuai dengan prosentasi yang disepakati. Ini menempatkan kedua belah pihak pada posisi yang sama terhadap kemungkinan hasil dari usaha.

Kedua, penentuan besarnya nisbah (rasio) dilakukan pada saat akad dengan memperhitungkan kemungkinan untung dan rugi. Ini mengharuskan kemungkinan keuntungan dan resiko kegagalan disepakati dan dipikul bersama oleh seluruh pihak serta menghindarkan eksploitasi salah satu pihak oleh pihak lainnya. Ketiga, besarnya bagi hasil ditentukan dari prosentasi keuntungan usaha. Dalam hal ini kontribusi riil seluruh pihak terhadap pengembangan modal diperhitungkan secara adil dan Keempat, besarnya keuntungan yang diperoleh pemilik modal akan meningkat sesuai dengan besarnya keuntungan yang diperoleh. Pada konsep bunga/riba, hal ini tidak dimungkinkan karena keuntungan didasarkan atas prosentasi dari modal yang besarnya modal adalah tetap.

Tantangan
Geliat Ekonomi Syariah masih berada pada tahap yang amat dini. Meskipun sistem perbankan berbasis syariah berhasil menunjukkan keampuhannya pada krisis moneter yang lalu, namun kontribusi perbankan syariah secara nasional masih kurang dari 1%. Artinya ladang garapan masih sangat terbuka lebar dan diperlukan usaha-usaha memperbesar skala kegiatan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Sebelum dapat menjadi sebuah sistem yang dapat dilaksanakan dilapangan, konsep Ekonomi Syariah masih harus menempuh proses kaji ulang dan perumusan kembali termasuk didalamnya kebijakan moneter dan kebijakan fiskal untuk disesuaikan dengan kondisi saat ini. Pun demikian sejarah telah mencatat bahwa Ekonomi Syariah sebagai sebuah konsep dan sistem telah berhasil menciptakan kemakmuran pada masa-masa awal periode Islam.

Sedemikian berhasil sehingga pada beberapa masa, para pemilik modal dan orang-orang kaya yang mendiami wilayah yang lebih luas dari Batam mengalami kesulitan untuk menemukan orang-orang miskin yang akan menerima zakat mereka. Bagaimana dengan kondisi masyarakat yang hidup dibawah naungan Sistem Ekonomi Non-Syariah ? Secara jujur harus kita katakan, bahwa fakta dan data telah menjawab semuanya. Akankah kita terus hidup dalam bayang-bayang sistem ekonomi yang sudah terbukti tidak kunjung menciptakan kesejahteraan hidup bagi masyarakat.

Dalam tataran konsep, hal yang mendesak untuk dilakukan saat ini adalah memperbanyak literatur-literatur tentang Ekonomi Syariah, menyampaikan informasi (sosialisasi) tentang Ekonomi Syariah secara tepat kepada masyarakat luas, perumusan kurikulum pendidikan ekonomi berbasis syariah serta penggalangan dukungan masyarakat dan pemerintahan bagi proses sosialisasi konsep tersebut. Dalam tataran praktis, tantangan kedepan adalah memberikan bukti-bukti keberhasilan ekonomi berbasis syariah pada cakupan skala kegiatan dan wilayah administrasi yang lebih kecil. Hal ini penting karena keberhasilan yang menjadi sangat mudah dan jelas diamati dilingkup masyarakat yang kecil akan menjadi tonggak perubahan kesadaran. Tapi yang paling diperlukan sekarang adalah ’political will’ pemerintah.

referensi :
• lks ekonomi kelas X
www.google.com
www.e.dukasi.net

Selasa, 17 November 2009

Cara Memotivasi Diri

Motivasi merupakan kekuatan yang dimiliki oleh seseorang yang dapat meningkatkan tingkat semangat dan kemauan dalam melaksanakan suatu kegiatan. Ada 7 teori tentang motivasi, antara lain :

1. Teori Kebutuhan menurut Abraham H. Maslow, yaitu :
a. Kebutuhan Psikologis (Psycologis Needs)
b. Kebutuhan Akan Rasa Aman (Safety and Security Needs)
c. Kebutuhan Sosial dan Rasa Memiliki (Social and Belongnes Needs)
d. Kebutuhan Akan Penghargaan (Estimited Needs)
e. Kebutuhan Untuk Mempertinggi Kapasitas Dalam Bekerja (Self Actualitation Needs)

2. Teori 2 Faktor menurut Herzberg, antara lain :
a. Eksternal : faktor yang membuat pegawai tidak merasa puas, sering disebut disafier factor. Faktor-faktornya :
- Gaji / upah yang tidak mencukupi
- Rasa aman dan keselamatan
- Kondisi kerja
- Status kerja
- Kebijakan perusahaan
- Mutu dari teknik pengawasan
- Interaksi antar personal
b. Internal : faktor yang membuat pegawai merasa puas, sering disebut disafier factor. Faktor-faktornya :
- Pengakuan (Recoqnation)
- Tanggung jawab
- Prestasi (Achivment)
- Kemajuan (Advancement)
- Pekerjaan Itu Sendiri (Work Is Self)
- Kemungkinan Perusahaan Untuk Berkembang (Possibility Of Growth)

3. Teori Prestasi menurut Mc. Delland, antara lain :
a. Needs For Achivement
b. Needs For Affiliation
c. Needs For Power

4. Teori Harapan (Expantancy Theory) menurut Victor Vroom, antara lain :
a. Usaha / Prestasi (Effort Performance)
b. Performance Outcome

5. Teori Keadilan (Equity Theory / Comparision Other)

6. Teori Klasik menurut F.W Taylor, antara lain :
a. Upah / pemberian imbalan dalam jumlah tertentu
b. Ketepatan waktu dalam pemberian upah

7. Teori Human Relation (Teori yang memotivasi ke arah kemanusiaan)

Dalam pembahasan kali ini, hanya akan dibahas Teori 2 Faktor menurut Herzberg. Teori 2 Faktor menurut Herzberg dibagi menjadi 2 yaitu eksternal dan internal. Yang termasuk faktor eksternal adalah fakto-faktor yang membuat pegawai merasa tidak puas. Faktor-faktornya antara lain dengan pemberian gaji/upah yang tidak mencukupi, kurangnya jaminan asuransi kerja pegawai sehingga membuat pegawai merasa was-was dalam bekerja, kurangnya kebijakan perusahaan misalnya dalam hal pemberian cuti pegawai, dan lain-lain. Sedangkan yang termasuk faktor internal adalah faktor-faktor yang membuat pegawai merasa puas. Faktor-faktornya antara lain dengan pengakuan akan gelar/jabatan yang diberikan perusaahn kepada pegawai, kemungkinan dari perusahaan untuk terus berkembang yang membuat pegawai menjadi lebih semangat dan lebih giat untuk bekerja. Sebagai pegawai, kita hendaknya harus terus bekerja lebih giat dan rajin agar mencapai faktor-faktor internal agar kita prestasi bekerja kita terus meningkat. Kita jangan hanya mengeluhkan faktor-faktor eksternal saja, tetapi cobalah untuk menyukai apapun tanggung jawab yang telah diberikan.

Minggu, 08 November 2009

Produk Symantec Dipuji Tiga Lab Independen

Memilih antivirus hari-hari ini butuh kejelian. Tidak semua antivirus punya kemampuan yang sama. Ada yang piawai dalam membasmi virus tertentu, ada yang hanya mampu mendeteksi virus lokal.

Namun untuk membantu mengerucutkan pilihan dari deretan produk antivirus, disarankan untuk menengok review dari lembaga pengujian independen, seperti AV-Comparatives.org. Nah, untuk urusan deteksi ancaman, tiga lembaga uji independen – AV-Comparatives.org, AV-Test.org, dan Dennis Technology Lab – sepakat untuk menunjuk produk keamanan Norton, termasuk yang berbasiskan teknik Quorum, sebagai efektif memberikan perlindungan.

Dennis Technology Lab yang menguji efektivitas 10 produk keamanan saat membandingkan anti-malware menyebutkan Norton Internet Security 2010 tampil sebagai satu-satunya produk dengan deteksi sempurna” dalam menghadapi seluruh ancaman dan sepenuhnya melindungi sistem dari serangan atau infeksi.

Norton Internet Security 2010 juga dicatat oleh AV-Test.org yang melakukan uji di PC yang terinfeksi 25 sampel malware yang berbeda sebagai berhasil mendeteksi dan menghapus semua infeksi.

Sementara itu Norton AntiVirus 2010 diganjar rating “Advanced+” (tertinggi untuk perlindungan) oleh AV-Comparatives.org dalam Anti-Virus Comparatives Test No. 23. Symantec juga menerima rating “Fast” tertinggi untuk kecepatan scan.

“Seluruh pengujian tersebut mencakup benchmark-benchmark penting tapi sangat berbeda dalam pengujian keamanan. Namun semuanya sampai pada kesimpulan yang sama—Norton adalah penawaran terbaik di kelasnya,” terang David Hall (Consumer Product Marketing Manager, Asia Pacific, Symantec). “Produk-produk Symantec dengan teknologi keamanan berbasis reputasi kami yang baru dan heuristics canggih, menunjukkan kemampuan mereka dalam memberikan perlindungan terhadap jutaan ancaman dengan menjaga tingkat false positive paling rendah dan kinerja tertinggi di seluruh produk yang diuji.

Beberapa produk Symantec yang berteknologi Quorum adalah Norton 360 version 4.0 beta, Norton Internet Security 2010 dan Norton AntiVirus 2010.

sumber : www.kompas.com

prosesor AMD terbaru!!!

Bulan Agustus lalu menandai ‘lahirnya’ prosesor desktop AMD terbaru, Phenom II X4 965 Black Edition. Kini revisi terbaru dari prosesor itu datang, dengan fitur-fitur baru.

Salah satu fitur barunya adalah max. TDP yang turun dari 140W menjadi 125W. Apa keuntungannya? Thermal design power (TDP) mewakili konsumsi daya maksimal dari CPU saat menjalankan aplikasi-aplikasi dengan beban berat. Makin kecil angkanya, berarti prosesor bisa lebih dingin dan efisien bekerja sehingga suhu casing menjadi lebih rendah dan daya yang disedot pun berkurang.

Lalu apakah ini membuat kinerja CPU menjadi lebih baik? Simak laporan hothardware.com yang sudah melakukan pengujian.

Biasanya, revisi CPU mampu memperbaiki kemampuan overclock. Dan ini berlaku pada chip AMD. Dengan tegangan inti CPU pada 1,5V, overclock yang stabil bisa mencapai 4,12GHz atau 300MHz lebih tinggi dibandingkan overclock 3,8GHz yang dicapai denan Phenom II X4 965 revisi sebelumnya.

Benchmark SiSoft SANDRA 2009 juga menunjukkan kinerja yang baik. Phenom II X4 berhasil mengimbangi prosesor Intel Core i5 dan mendapatkan skor yang bagus di benchmark multimedia.

Hothardware juga menjalankan benchmark PCMark Vantage. Kebanyakan uji juga multi-threaded sehingga dapat memanfaatkan sumberdaya tambahan yang ditawarkan oleh CPU quad-core. Di uji ini Phenom II X4 menorehkan skor keseluruhan 6814, yang lebih tinggi daripada revisi original.


Kesimpulannya, kendati revisi tidak meningkatkan kinerja chip AMD quad-core 3,4GHz tersebut, harga chip ini menjadi lebih menarik, yakni US$ 195.

sumber : www.kompas.com

Ristek Kurang Perhatian, Anggaran Penelitian Turun

Mantan Presiden RI BJ Habibie menuturkan, anggaran riset dan teknologi beberapa tahun terakhir ini sangat minim. Padahal, riset dan teknologi semestinya mendapat perhatian lebih besar karena menentukan daya saing bangsa.

”Anggaran yang disediakan untuk riset dan teknologi (ristek) terlalu kecil saat ini. Hanya 10–20 persen dari anggaran yang biasa saya dapatkan pada zaman saya sebagai Menristek dahulu,” ujar Habibie seusai berbicara pada seminar ”Indonesia 2045: Super Power Baru?” di Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/11).

Tanpa merinci besaran anggaran yang dimaksud, Habibie menambahkan, riset serta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) semestinya menjadi perhatian pemerintah. Hal itu karena—seperti yang dilakukan pada zamannya dulu, salah satunya menciptakan pesawat CN-235 dan N-250—ristek menjadi penentu daya saing bangsa.

”Tidak mungkin kita bisa bangkit kalau tidak mau memberi perhatian lebih kepada hasil ristek yang kita punya saat ini,” tutur Habibie yang mendapatkan Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana, salah satu penghargaan tertinggi yang diberikan ITB kepada tokoh yang dinilai berjasa besar bagi negara.

Saat ditanya penilaiannya soal pengembangan ristek di Indonesia dewasa ini, ia mengatakan, ”Arahnya sudah benar. Namun, masih kurang. Contohnya, ya... soal anggaran ini,” ujar Habibie.

Pengembangan ristek, katanya, tidak bisa mengandalkan kerja sama luar negeri seperti yang kini digadang-gadangkan pemerintah sebagai strategi efisiensi dana. ”Itu tidak bisa kita andalkan. Kita harus mengembangkan identitas diri kita sendiri sebagai bangsa,” ungkapnya.

Menurutnya, SDM merupakan kunci jika negara ini ingin maju, termasuk dalam hal penguasaan iptek. ”Basisnya iptek dan imtak (iman dan takwa),” ujarnya.

Pendidikan adalah sarana untuk menggapai idealitas itu. Pendidikan bukan sekadar mengejar ijazah, kata Habibie.

Universitas kelas dunia

Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Djoko Santoso menuturkan, perguruan tinggi selama ini memang telah ikut menikmati dana riset dari pemerintah yang jumlahnya tidak sedikit. Namun, ia berharap, alokasi anggaran ini dapat lebih besar, khususnya bagi perguruan tinggi yang berstatus universitas kelas dunia.

Anggaran riset di ITB tahun 2009 ini meningkat hampir dua kali daripada tahun lalu. Anggaran riset ITB kini Rp 60 miliar, sekitar Rp 21 miliar di antaranya diperoleh dari pemerintah.

sumber : www.kompas.com

sedikit stress bisa bikin panjang umur?

Umumnya, kita akan berusaha melepaskan diri dari tekanan atau stres. Padahal, riset terbaru justru mengatakan, kita pun perlu stres saat menjalankan hari-hari kita. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Menurut Edward Calabrese, PhD, ahli toksikologi di University of Massachusetts di Amherst, ada 2 tipe stres. Yang tak baik untuk hidup kita adalah stres kronis dan tidak terkontrol, seperti tekanan yang disebabkan oleh pernikahan tidak bahagia atau anggota keluarga yang sakit parah. Sebaliknya, ada banyak hal positif yang diasosiasikan dengan luapan stres yang bisa diatasi dengan cepat. Misal, stres karena terjebak kemacetan atau perasaan berdebar saat akan maju presentasi.

Dalam sebuah riset di Ohio State University, tikus percobaan yang mengalami stres singkat tapi intens memiliki kemampuan melawan flu lebih baik. Riset lainnya menyebutkan bahwa stres akut singkat mampu mengurangi risiko terkena diabetes, penyakit jantung, kanker, dan Alzheimer.
Alasannya tak lain karena stres memberikan sedikit “kejutan” untuk tubuh agar melakukan regenerasi atau perbaikan. Prosesnya mirip seperti kita terluka secara fisik, tubuh kita serta-merta melakukan perbaikan untuk menyembuhkan luka, dan mendorong sistem imun tubuh agar melindungi tubuh dari infeksi. Begitu pun yang terjadi ketika kita mengalami stres singkat. Pada saat itu, tubuh memproduksi radikal bebas dan hormon, seperti kortisol yang merusak jaringan tubuh. Namun, kemudian tubuh kita merasakan adanya kerusakan, kemudian memanggil pasukan pembaru. Jika stresnya berlaku singkat, Anda bisa menyembuhkan diri dengan cepat, serta memiliki sisa energi untuk melakukan perbaikan sehari-hari, seperti tergores atau memar.

Beberapa peneliti yang menganalisa seputar penuaan pada tubuh bahkan melakukan kesimpulan bahwa stres tingkat rendah justru bisa membantu memperpanjang usia hidup. Konsepnya sederhana, semakin bertambah usia, tubuh tak bisa melakukan perbaikan seperti saat masih muda. Edward Masoro, PhD, profesor di University of Texas mengatakan, jika stres ringan bisa mendorong proses perbaikan tubuh, maka perbaikan yang dilakukan tubuh secara terus-menerus bisa memperlambat penuaan.

Teori tersebut didapat berdasarkan riset yang dilakukan oleh para peneliti terhadap cacing dan lalat. Kedua binatang tersebut diekspos panas sekian lama selama beberapa waktu, dan mereka bisa bertahan hidup lebih lama. Penelitian lain mengatakan, bahwa tekanan mental ringan dalam bentuk tantangan intelektual dan sosial, seperti melakukan teka-teki silang atau menghadiri pesta yang tak Anda kenal siapa pun di dalamnya, bisa membantu manula menjalani hidup di masa tuanya.

Tentunya, terus-terusan menghadapi stres tak akan bisa membantu Anda hidup. Anda tetap butuh istirahat dan relaksasi sesudahnya. Tubuh Anda tak bisa memperbaiki dirinya sendiri hingga tekanannya terhenti. Jika stres terlalu parah atau diperpanjang, Anda tak memiliki kesempatan untuk menyembuhkan diri. Kunci lain untuk mendapatkan keuntungan dari tekanan adalah dengan menemukan keseimbangan antara “terlalu banyak” dan “kurang”.


sumber : www.kompas.com